Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 13, 2011

Biaya Paspor Gayus di Bawah Rp 200 Juta

Gambar
  Biaya Paspor Gayus di Bawah Rp 200 Juta   JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum Gayus H Tambunan dalam kasus "pelesiran Gayus ke luar negeri", Hotma Sitompul, mengungkapkan bahwa harga pembuatan paspor atas nama Sony Laksono yang diduga kuat digunakan Gayus untuk ke luar negeri tidak lebih dari Rp 200 juta. Angka tersebut, kata Hotma, adalah harga paspor yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Gayus. "Tidak 100.000 USD, tidak lebih dari Rp 200 juta karena di dalam BAP tidak lebih dari Rp 200 juta," kata Hotma seusai mendampingi Gayus diperiksa di Mabes Polri Jakarta, Rabu (12/1/2011) tengah malam. Harga paspor yang disampaikan Hotma tersebut berbeda dengan yang dilansir pihak kepolisian sebelumnya. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar, Selasa (11/1/2011), mengatakan dalam siaran pers bahwa harga paspor Gayus mencapai 100.000 dollar AS atau senilai Rp 900.000. Gayus, kata Hotma, juga mengaku b...

Pesan BBM Denny Indrayana ke Istri Gayus

Gambar
  Pesan BBM Denny Indrayana ke Istri Gayus   JAKARTA, KOMPAS.com — Hotma Sitompul, kuasa hukum Gayus HP Tambunan dan istrinya, Milana Anggraeni, membeberkan bunyi pesan lewat layanan BlackBerry Messenger (BBM) yang disampaikan oleh Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana, kepada Milana. Dalam pesan via BBM yang disampaikan oleh Denny saat Gayus terbelit kasus pelesiran ke Bali, Denny meminta Milana alias Rani untuk membeberkan informasi yang dia ketahui tentang sepak terjang sang suami. Permintaan itu diduga disertai semacam ancaman, yaitu Milana bisa saja dijadikan tersangka dalam kasus yang melilit Gayus. "Sampai kapan mba akan bertahan. Ayo! kita jujur. Ini sudah muncul Rani. Harusnya jadi tersangka," begitu petikan pesan BBM yang dibeberkan oleh Hotma sebagaimana dilansir Tribunnews.com, Kamis (13/1/2011) dini hari. Kepada Hotma, Milana mengaku tak menanggapi pesan tersebut. "Silakan kalian mengartikan kata-kata seba...

Cara Bijak Makan Seafood

Gambar
  Ikan   VIVAnews – Sashimi, sushi, kerapu bakar, tuna asam manis dan sop kepala kakap merah, semuanya makanan menggiurkan selera. Banyak orang di berbagai belahan dunia menggemarinya, mungkin termasuk Anda dan keluarga. Tetapi tahukah Anda, bila kita semua tidak bijaksana dalam mengonsumsi makanan yang berasal dari laut ini, berarti kita ikut terlibat mempercepat kepunahan ikan laut. Bahkan, para ilmuwan kelautan telah memprediksi kita semua akan mengonsumsi plankton pada 2050 mendatang, bila mulai hari ini tidak bijaksana memilih seafood. Plankton adalah pakan alami ikan laut. “Ikan makin hari semakin seperti emas. Nelayan semakin susah mencarinya,” kata Imam Mustofa, Koordinator WWF-Indonesia National Fisheries Program, pada seminar bertajuk 'Choose Your Food Right' di @america Pacific Place, Jakarta. Seperti Anda ketahui, ikan sangat baik bagi kesehatan manusia karena merupakan sumber protein, lemak, vitamin B6, B12, Biotin, dan Niacin, sert...

Mengaku Terancam, Penulis Surat Gayus Pindah

Gambar
VIVAnews - Devina, penulis surat pembaca di Harian Kompas, 2 Januari 2011, yang mengaku melihat Gayus Tambunan dalam penerbangan ke Singapura, mengaku merasa terancam. Ibu dua anak ini memilih mengungsi ke kediaman orang tuanya. "Devina itu sejak empat hari yang lalu sudah mengungsi ke rumah orangtuanya. Dia takut akan keselamatannya," kata Ketua RT kediaman Devina, Pungga, saat ditemui VIVAnews.com di perumahan Raffles Hills, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Rabu, 12 Januari 2011. Menurut Pungga, sejak surat pembacanya tersebar luas, Devina sering didatangi banyak orang--tidak hanya wartawan, tapi juga sejumlah orang yang tak jelas asal-usulnya. Di Perumahan Raffels Hills itu, Devina, suami, dan dua anaknya menempati sebuah rumah kontrakan di Blok E2 No. 20. Mereka mengontrak karena rumah pribadi di Blok E2 No. 14 sedang direnovasi. Kontrakan itu hanya berjarak sekitar lima sampai enam rumah dari rumah pribadinya. Suami Devina, Budiman, merupakan seorang peke...

PNS Adalah Kreditur Bank Sulut, Tapi Pelayanan Tidak Profesional

Gambar
Royke Paat, salah satu PNS di Minsel AMURANG, beritaminsel.com--PNS di Kabupaten Minahasa Selatan mempertanyakan pelayanan PT Bank Sulut (BS) Cabang Amurang. Pasalnya, dari sekitar 3000-an jumlah PNS menyimpan uang di BS tersebut. Bukan hanya itu saja, gajinya pun langsung diambil di BS ini. Namun demikian, sepertinya akhir-akhir ini, pelayanan BS oleh PNS mengaku dan  menyebut tidak profesional. Karena ternyata, rata-rata PNS dipotong (ditahan, red) Rp 2 juta dengan maksud tidak jelas dalam setiap melakukan krditur. Demikian kata Royke Paat, salah satu PNS di Minsel ketika menghubungi media online beritaminsel.com Rabu (12/1/2011). Kata Paat, kenapa justru BS Cabang Amurang melakukan hal seperti diatas. ''Menariknya, ada PNS yang sudah bertahun-tahun lamanya menjadi nasabah langsung diblokir (tahan,red) hingga Rp 5 juta saat perpanjangan kredit. Ini kan jelas-jelas tidak profesional lagi. Alasannya, SK tidak asli. Artinya, ini sudah berlangsung cukup lama. Da...