Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 29, 2011

Mobnas Minsel Banyak yang Raib

Gambar
Amurang,KM- Gonjang ganjing soal Mobil Dinas (Mobnas, red) kembali disoal. Pasalnya disinyalir puluhan Mobnas sebagai alat operasional SKPD tersebut telah jadi barang pribadi sejumlah kepala SKPD Minsel. Demikian dikatakan Ketua  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BM Tenar, Wim Baba Mononimbar yang didampingi Tokoh Masyarakat Minsel Berti Setligt kepada   wartawan Koran Ini Kamis (27/01/2011) kemarin. Keduanya menjelaskan bahwa hal tersebut sangat berpengaruh pada pelayanan publik di masyarakat. "Bayangkan saja ya, jika Mobnas tersebut sudah tidak ada lagi alias didem atau dijadikan sebagai aset pribadi tanpa melalui mekanisme aturan.  Selain berpengaruh pada pelayanan publik, itu juga akan berimbas pada pembiayaan," katanya. Alasannya, secara logika pastinya Kepala SKPD yang kini sedang menjabat sudah pasti merengek minta Mobnas lagi. Mereka memintakan agar Inspektorat Minsel dapat melakukan pengawasan rutin terkait fenomena tersebut. Tak hanya it...

Pondang dan Ranomea Belum Nikmati ADD 2009

Gambar
Amurang, KM- Memasuki tahun 2011, sejumlah desa yang menikmati kucuran dana ADD masih menyisahkan persoalan serius. Dari informasi yang berhasil dihimpun wartawan Koran Manado, Kamis (27/01/2011) kemarin, realisasi Alokasi Dana Desa (ADD, red) yang tertata dalam APBD tahun 2009 silam ternyata masih ada dua kelurahan di kecamatan Amurang Timur yang belum menikmatinya. Lurah Ranomea Kecamatan Amurang Timur Semuel Kantu S,sos saat dihubungi Kamis kemarin mengatakan, bahwa dari 8 Desa/Kelurahan Kecamatan Amurang Timur, dikabarkan tinggal Dua  kelurahan yang belum menerima dana ADD tersebut. Sementara itu beberapa warga Kelurahan Pondang/Ranomea kecamatan Amurang Timur saat dimintai keterangannya mengaku sangat kecewa dengan pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Minsel,  karena setahu mereka realisasi ADD tersebut dilakukan secara kolektif. Lantas apa indikator utamanya sehingga dana tersebut tak kunjung direalisasikan bagi...

Terkait Bantuan Dua Unit Pajeko

Gambar
Warga Warning DKP tak Pilih Kasih Amurang,KM- Warga nelayan yang berdomisili di sekitaran Kota Amurang dan sekitarnya, melayangkan kritikan pedas terkait bantuan dua unit Pajeko yang akan diberikan Dinas Kelautan dan Perikanan. Hal tersebut dikatakan Yemmy Poluakan, Pieter Sangkoy nelayan Amurang Timur saat dihubungi wartawan Koran Ini Kamis (27/01/2011) kemarin. Menurut mereka,  penyaluran bantuan tersebut harus sesuai dengan ketentuan, dan tidak boleh tebang pilih. “Karena selama ini nelayan Amurang Timur tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah," ujar keduanya. Namun disentil soal pembentukan kelompok nelayan di Kecamatan Amurang Timur, keduanya mengakui belum ada inisiatif dari mereka untuk membentuk kelompok nelayan tersebut. "Oh kalu itu kami blum ada pemrakarsa pembentukan kelompok. Namun setahu saya sudah ada kelompok nelayan," ujar Poluakan. Ketika dikonfirmasi terkait warning yang dilayangkan warga Amurang Timur tersebut, Kepala Dinas Ke...