Pernyataan Sekda Dikecam Tomkas Minsel
Kairupan Mulai ‘Berseberangan’ Dengan SHS?
Amurang, KM-
Pasca pernyataan Sekretaris Daerah Minahasa Selatan (Minsel) Drs J
Kairupan, yang memperbolehkan pejabat tinggal di luar Minsel, langsung
mendapat tanggapan serius dari beberapa tokoh masyarakat setempat.
Tokoh Masyarakat yang juga pejuang pemekaran Kabupaten Minsel, Simon
Ottay menyesalkan ucapan dari Sekda yang seenaknya mengeluarkan
peryataan.
“Saya sangat menyesal mendengar pernyataan ini padahal jelas ketika
pelantikan pasangan bupati dan wakil bupati Cristiany E Paruntu dan
Drs. Sonny Tandayu beberapa waktu lalu, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo
Hari Sarundayang (SHS) telah menginstruksikan dan menekankan bahwa
seorang pejabat harus berdomisili dimana pejabat itu di tempatkan.
“Nah, yang menjadi pertanyaan saya, kenapa Kairupan (Sekda) itu
mengeluarkan pernyataan demikian. Ini berarti Kairupan secara
terang-terangan mau menantang dan menyepelekan Gubernur (SHS)”. Ujar
Otay.
Ditambahkan Otay, seharusnya sebagai seorang birokrat harus mampu
menerjemahkan petunjuk atasan dan menjalankan, bukan menentang.
“Kami sebagai pejuang Minsel merasa gusar dengan pernyataan ini. Kapan
kabupaten ini akan maju kalau para birokrat tidak dapat menerjemahkan
Insruksi atasannya”, ujar mantan Legislator Minsel ini dengan nada
tinggi.
Sementara itu di tempat terpisah Karel Lakoy yang juga anggota
legislator Minsel dari Partai Golkar juga menyatakan kekesalannya.
”Ini jelas sudah melawan Instruksi SHS. Seharusnya Kairupan jangan
memberikan pernyataan yang “kontradiktif” dengan instruksi dari
gubernur tersebut, tukasnya.
Dibalik pernyataan ini sebenarnya ada apa?. “Bagi saya pribadi tidak
mempolemikan, cuma yang ditakutkan ini adalah intrik untuk memecahkan
hubungan SHS dengan Ibu Bupati yang di kenal dekat, dan moment jangan
sampai dimanfaatkan oleh orang lain,” Ungkap legislator Minsel Vokal
ini. (dolvi mangindaan)
dicopy dari cyber sulut
Pasca pernyataan Sekretaris Daerah Minahasa Selatan (Minsel) Drs J
Kairupan, yang memperbolehkan pejabat tinggal di luar Minsel, langsung
mendapat tanggapan serius dari beberapa tokoh masyarakat setempat.
Tokoh Masyarakat yang juga pejuang pemekaran Kabupaten Minsel, Simon
Ottay menyesalkan ucapan dari Sekda yang seenaknya mengeluarkan
peryataan.
“Saya sangat menyesal mendengar pernyataan ini padahal jelas ketika
pelantikan pasangan bupati dan wakil bupati Cristiany E Paruntu dan
Drs. Sonny Tandayu beberapa waktu lalu, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo
Hari Sarundayang (SHS) telah menginstruksikan dan menekankan bahwa
seorang pejabat harus berdomisili dimana pejabat itu di tempatkan.
“Nah, yang menjadi pertanyaan saya, kenapa Kairupan (Sekda) itu
mengeluarkan pernyataan demikian. Ini berarti Kairupan secara
terang-terangan mau menantang dan menyepelekan Gubernur (SHS)”. Ujar
Otay.
Ditambahkan Otay, seharusnya sebagai seorang birokrat harus mampu
menerjemahkan petunjuk atasan dan menjalankan, bukan menentang.
“Kami sebagai pejuang Minsel merasa gusar dengan pernyataan ini. Kapan
kabupaten ini akan maju kalau para birokrat tidak dapat menerjemahkan
Insruksi atasannya”, ujar mantan Legislator Minsel ini dengan nada
tinggi.
Sementara itu di tempat terpisah Karel Lakoy yang juga anggota
legislator Minsel dari Partai Golkar juga menyatakan kekesalannya.
”Ini jelas sudah melawan Instruksi SHS. Seharusnya Kairupan jangan
memberikan pernyataan yang “kontradiktif” dengan instruksi dari
gubernur tersebut, tukasnya.
Dibalik pernyataan ini sebenarnya ada apa?. “Bagi saya pribadi tidak
mempolemikan, cuma yang ditakutkan ini adalah intrik untuk memecahkan
hubungan SHS dengan Ibu Bupati yang di kenal dekat, dan moment jangan
sampai dimanfaatkan oleh orang lain,” Ungkap legislator Minsel Vokal
ini. (dolvi mangindaan)
dicopy dari cyber sulut

Komentar
Posting Komentar